Asslammualaikum..sobat semua, kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalan kami My Trip My Adventure Hal-Bar Geografic menuju ke sebuah telaga yang berada di Maluku Utara, atau lebih tepatnya di sahu, Hamahera Barat.
telaga Rano nama-nya. Untuk mencapai telaga ini yang harus di persiapkan terutama adalah kekuatan fisik , dan mental yang berani. Karena medannya yang cukup ekstrim....
Oke..saya tidak akan panjang lebar lagi...langsung saja..
Anggota kami ada 16 orang terdiri dari, Ris Usman, Budi Santoso, Edi Santoso, Kojen Jaylani, Rawe(Amir), Rofi Setyawan,Rhysky, Aji Pratama, Rofik, Rama, Rynno, Farli, Al-Faris, Vikram Faisal, dan yang terakhir saya sendiri(Mustakim)..
Kami berkumpul di rumahnya rofi setyawan pada hari jum'at sekitar jam 07:18, sebelum melakukan perjalanan kami berdoa kepada sang pencipta agar di perjalan nanti tidak ada halangan apapun dan dijauhkan dari segala marabahaya, kami berangkat pada pukul08:30 WIT dengan menggunakan sebuah mobil, karena medannya yang sulit, tidak ada satu kendaraan pun yang bisa sampai di telaga tersebut, hanya saja kalau dari 100% perjalanan kami mungkin kendaraan tersebut bisa mengantarkan kami cuma 5%.
Setelah sampai di pemberhentian pertama kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, rute jalan yang terus naik dan di kiri kanan hanyalah tebing dan jurang yang curam di tambah dengan beban yang kami bawa rata-rata per-orang 30kg, itu semua harus kami lewati bersama, tetapi ketika separuh perjalanan menuju puncak kami harus terpisah menjadi dua kelompok, yang pertama terdiri dari 11 orang, dan yang kedua ada 5 orang yaitu, vikram, faisal, budi, rawe dan saya sendiri. Ketika itu kami ber-lima menunggu teman teman yang ada di belakang, karena di kejar waktu kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa menunggu kelompok yang pertama sampai di tempat istirahat kami. Awalnya saya tidak setuju, karena sebelum pergi kami semua sepakat untuk jalan bersama-sama, namun kata Kak budi"tidak apa apa, karena di kelompok mereka ada yang tau rute jalannya yaitu kojen", tanpa pikir panjang saya setuju dan melanjutkan perjalanan menuju puncak. Sesampainya di puncak gunung pukul 14:15 WIT saya bersama 4 teman lainnya disuguhkan akan keindahan telaga rano, rasa lelah ini seperti terbayar lunas oleh pemandangannya yang begitu mengesankan di mata saya, sampai-sampai bibir ini tak sanggup untuk berbicara lagi, hanya mata yang melihat lebih lama, dan hati yang sanggup untuk mengungkapkanya seraya berkata " ya Allah maha suci engkau, tanpa rahmatmu kami tidak akan sampai sejauh ini, dan dengan kebesaranmu kami dapat melihat ciptaan mu yang begitu sempurna dan tiada duanya." , serta kaki yang tak luput pula karena melangkah begitu jauh menanggung beban yang begitu berat. Sangking terkagumnya melihat pemandangan tersebut, hujan turun pun kami tak sadar, tenda tidak ada, karena dibawa oleh kelompok yang masih jauh di belakang, dan kami berinisiatif membuat tenda seadanya dengan menggunakan jas hujan milik salah satu teman kami yang ukurannya cukup besar kira-kira 1kali2 meter itu pun sudah cukup untuk berteduh kami ber- lima, rasa lapar ini mulai datang, bekal makanan pun keluar, walaupun hanya sebatas indomie mentah dan ketupat, itu sudah sangat istimewa bagi saya dan teman-teman, bersama itu indah, bersama pula dapat membangun keharmonisan diantara kita semua..
Perlahan hujan mulai reda, terdengar teriakkan dari bawah puncak, kami berlima pun turun dari atas puncak untuk membantu teman-teman yang lain membawa barang bawaan mereka, sesampainya disana, rasa bersalah ini pun mulai muncul ketika melihat semua raut wajah yang begitu kelelalahan, namun mata saya tertuju ke salah satu teman kami yaitu kak kojen, yang terbaring lemas, saya pun memutuskan untuk membawakan tas ransel miliknya, seraya berkata kepada semuanya"semangaat!!!, sedikit lagi akan sampai di puncak", semua pasti bisa""...kami pun melanjutkan perjalanan, sesampainya diatas, mereka semua diam terpaku, kecuali kami berlima yang sudah sampai duluan, mungkin apa yang mereka rasakan saat itu sama dengan apa yang saya rasakan ketika sampai dipuncak telaga rano. Setelah itu, kami semua mendirikan tenda bersama, selesai itu saya melihat teman-teman, ada yang mengabadikan momen ini, makan, serta memandangi telaga tersebut, ada salah satu teman kami yang ketika melihat ke arah bawah telaga, disana ada sebuah tenda, dan terdapat dua orang yang sedang kebingungan mencari jalan untuk pulang..
Nantikan episode selanjutnya...





